Jumat, 04 November 2011

"DEEPER IN LOVE"


KP GKI BUNDASUDI
SABTU, 05 NOPEMBER 2011
(Mat 16:13-20)
            Hasil survey membuktikan bahwa orang yang berpacaran jarak jauh lebih rentan putus dari pada orang yang berpacaran jarak dekat. Apa penyebabnya? Rupanya orang yang berpacaran jarak jauh tidak memiliki waktu bersama yang cukup untuk saling mengenal pribadi pasangannya. Alat-alat elektronik memang sangat memungkinkan untuk membangun komunikasi tetapi yang diperlukan dalam sebuah hubungan tidak cukup hanya komunikasi jarak jauh. Masing-masing orang membutuhkan waktu untuk duduk bersama, jalan bersama, berbagi pengalaman dan menghabiskan waktu bersama di tempat yang sama. Selalu ada keinginan untuk selalu bertemu dan dekat terus.
            Hasil survey lain membuktikan bahwa orang yang pada awalnya saling membenci dapat saling mengasihi bila di antara mereka ada kebersamaan yang cukup dalam waktu yang lama. Interaksi demi interkasi dalam waktu bersamalah yang memungkinkan tumbuhnya kasih sayang dalam diri seseorang terhadap yang lain. Karena dari waktu bersama itu mereka saling mengenal karakter masing-masing.
            Murid-murid Tuhan Yesus telah bersamaNya dalam waktu yang cukup lama, 3 tahun. TY ingin tahu bagaimana pendapat mereka terhadap Tuhan Yesus. Waktu 3 tahun sudah merupakan waktu yang cukup untuk saling mengenal satu sama lain apalagi sebentar lagi TY akan meninggalkan mereka. Pertanyaan pertama difokuskan pada anggapan orang banyak terhadap TY. Murid-murid menjawab dengan keragaman pandangan orang tentang Yesus menunjukkan bahwa sekalipun banyak di antara mereka menghubungkan Dia dengan nubuat mengenai Mesias, tidak ada yang memahami Dia dengan tepat. Ada yang menyebut Yohanes Pembaptis (pendahulu yang dinubuatkan), Elia (dinubuatkan akan datang mendahului "hari Tuhan"), Yeremia (diharapkan oleh beberapa kalangan untuk muncul dan memuliakan Tabut Perjanjian yang diperkirakan telah disembunyikan olehnya). Semua anggapan orang tentang Yesus tidak tepat seperti yang TY harapkan. Karenanya pertanyaan kedua ditujukan kepada murid-murid, dengan harapan waktu bersama mereka selama 3 tahun merupakan waktu yang cukup untuk melahirkan pangakuan yang benar tentang siapakah Yesus. Petrus menjadi jubir mewakili para murid mengatakan sebuah pengakuan “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Pengakuan ini membuat murid-murid yang lain tahu bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Atas pengakuannya ini, TY memuji Petrus dengan berkata “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”. Petrus dikaruniai julukan batu karang dan diserahi kunci kerajaan Sorga. Lalu Yesus melarang murid-muridnya memberitahukan bahwa Dia adalah Mesias sebab Mesias pada waktu itu dipahami oleh orang-orang banyak sebagai seseorang yang akan angkat sejata melawan penjajah Romawi dan menggulingkan pemerintahan mereka.
            Kita akan memfokuskan diri dengan pengakuan Petrus “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup” pengakuan seperti ini tidak akan lahir dari seorang Petrus jika tidak ada yang menyatakannya kepadanya. Allahlah yang telah menyatakan kepadanya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Allah memperkenalkan Yesus kepada Petrus. Allah memprakarsai pengenalan akan Dia di dalam YK. Kita mengingat peristiwa yang sama dalam PL, Allahlah yang memperkenalkan diriNya kepada Abraham dan Abraham yang percaya terus berusaha mengenal Allah melalui pengalaman hidupnya bersama Allah. Kalau begitu pengenalan akan Tuhan dimulai dari pihak Allah sendiri dengan tidak melupakan respon dari pihak manusia. Pengenalan akan Tuhan perlu terjadi dari pihak manusia juga sehingga timbul hubungan dua arah. Dari Allah dan dari manusia. Pengakuan Petrus akan siapakah Yesus merupakan salah satu cara Allah memperkenalkan diriNya. Hal ini berarti kepada kitapun masing-masing Allah punya cara tersendiri untuk mengenalkan diriNya. Yang paling penting dibutuhkan adalah respon kita terhadap kerinduan Allah tersebut. Allah rindu memiliki hubungan yang istimewa antara kita dan Dia akan tetapi kerinduan Allah tidak dapat terwujud jika hanya terjadi satu arah. Manusia (kita) perlu memiliki kerinduan yang sama terhadap Tuhan. Allah mengulurkan tanganNya ingin mendekap kita dalam kehangatan pelukanNya namun ia membutuhkan kita untuk menerima uluran tanganNya. Respon ini berupa :
-          Deeper ini love yakni kerinduan kita untuk membangun relasi yang intim bersama Tuhan.  Kerinduan ini berupa usaha pengenalan akan Allah yang sungguh yang lebih dalam lagi. Mari berhitung usia kita, seberapa dalam kita mengenal Allah? Kita berkata : kita mencintai Allah, apakah cinta kita benar-benar dalam bagi Allah? Orang tidak dapat berkata mengasihi seseorang tanpa mengenal orang yang dikasihinya. Orang juga tidak dapat mengatakan mencintai seseorang kalau ia bahkan tidak memiliki waktu bersama orang yang ia cintai. Sama halnya dengan mencintai Allah. Kita tidak dapat mencintai Allah tanpa mengenal dan memiliki waktu bersama dengan Allah.
-          Selalu berada di dekat Tuhan.  Murid-murid TY yang selalu berada bersama TY bahkan juga belum tuntas menganal TY. Padahal mereka bersama sepanjang hari selama 3 tahun. Makan bersama, berkeliling bersama, tidur bersama. Melakukan segala hal bersama-sama, menjadi sebuah keluarga besar. Selalu berada di dekat Tuhan berarti merupakan sebuah proses. Usaha yang dilakukan secara terus menerus. Pengenalan memang diprakarsai oleh Allah tetapi murid-muridpun berusaha untuk dekat dan hidup bersama dengan Yesus setiap hari.
-          Hidup bersama Tuhan.  Menjadikan Tuhan sebagai teman hidup kita. Tempat kita meminta pendapat dan pertimbangan, mencurahkan segala isi hati kita:susah, keluh, sakit hati, amarah, dendam, kerinduan, kesepian, kecemasan, kebahagiaan, kegembiraan, sukacita, dll.
-          Menjadikan Tuhan sebagai prioritas dalam hidup : melakukan apa yang Dia ingin kita lakukan. Setiap hari bersikap seperti Unta, tiap pagi berlutut menunggu tuannya meletakkan muatan di atas punggungnya. Sepanjang hari unta berjalan membawa muatan itu.  Pada malam harinya unta itu berlutut lagi, supaya muatan itu dapat diturunkan. Tiap pagi berlutut meminta tugas apa yang Tuhan kehendaki kita kerjakan hari itu dan malam harinya berlutut lagi menyerahkan pada Tuhan apa yang telah kita kerjakan hari itu.
Semakin banyak waktu bersama pacar, semakin kita mengenal pacar kita. Kita tahu apa yang ia sukai dan apa yang tidak ia sukai. Kita tahu harus melakukan apa untuk menyenangkan hatinya. Semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama semakin baik hubungan tersebut sebab orang yang saling mengasihi tentu ingin selalu bersama (pola yang sama dengan Tuhan). Kalau kita mengasihi Tuhan tentu kita juga punya kerinduan untuk selalu dekat dengan Tuhan, menghabiskan waktu-waktu kita bersama Tuhan. Kerinduan memang telah ada dari pihak Allah namun kita juga perlu menumbuhkan kerinduan yang mendalam kepada Allah. Deeper in love with God, kerinduan yang dalam, waktu bersama yang cukup, komunikasi yang intim yang memungkinkan kita selalu berada di dekat Tuhan. AMIN



Tidak ada komentar:

Posting Komentar